Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Dunia Kerja

Uraian Tanggung Jawab Serta Tugas dan Wewenang Pengacara

Tugas dan Wewenang Pengacara

Tugas dan Wewenang Pengacara

Uraian Tanggung Jawab Serta Tugas dan Wewenang Pengacara

Tugas dan Wewenang PengacaraProfesi sebagai seorang pengacara, tentu tidak asing lagi bagi kita. Profesi yang selalu muncul dan dibutuhkan ketika seseorang terbelit sebuah masalah pidana atau perdata, tentu membuat banyak orang selalu mudah mengingat profesi ini karena tiap ada masalah seorang pengacara pasti maju paling depan untuk membela kliennya. Namun apakah kamu tahu tentang sesungguhnya apa saja tugas dan tanggung jawab pengacara?

“Maju tak gentar, membela yang bayar” mungkin itulah yang menjadi moto seorang pengacara, namun hal tersebut sangatlah logis karena menjadi pengacara adalah merupakan sebuah profesi dimana ketika dijalani memang harus bisa menghasilkan income atau pendapatan. Tugas dan tanggung jawab pengacara memang untuk membela klien yang terbelit masalah namun pembelaan juga harus memiliki nilai dasar hukum dan juga fakta.

Lalu sebenarnya apa tugas dan tanggung jawab advokat atau seorang pengacara dalam persidangan sehingga ketika seseorang terkena masalah pidana atau perdata tentunya sangat membutuhkan bantuan dari pengacara. Jawabannya tentu untuk memenangkan persidangan, jadi tugas utama seorang pengacara adalah untuk memenangkan persidangan dari kliennya. Untuk memenangkan persidangan tentu seorang pengacara tidak bisa memberikan argument berdasar persepsi melainkan berdasar bukti yang bisa diuji secara hukum dan undang undang.

Tugas dan tanggung jawab pengacara telah diatur pada UU No. 18 Tahun 2003 tentang tugas dan kewajiban advokat, kuasa hokum, konsultan hokum atau pengacara. Pengacara memiliki banyak nama dalam kacamata hukum, namun kesemuanya tetap merujuk pada satu pengertian yaitu seseorang yang melakukan atau memberikan nasihat dan pembelaan untuk orang lain yang menjadi klien dengan tujuan penyelesaian suatu kasus hukum. Lantas apa yang menjadi tugas rinci seorang kuasa hukum atau pengacara? Pada kesempatan kali ini, Dunia Kerja akan mengulas tentang tugas tanggung jawab serta wewenang seorang pengacara. Untuk kamu yang penasaran atau berminat jadi pengacara, yuk langsung saja kita simak ulasan tentang profesi yang diidamkan oleh banyak orang berikut ini.

Tugas Pengacara dalam Persidangan

1 Mengumpulkan Informasi

Tugas seorang pengacara yang pertama adalah mengumpulkan informasi dengan cara mewawancarai klien yang bersangkutan dan terjerat kasus hukum. Informasi inilah yang nanti menjadi dasar sebagai bahan persidangan untuk melakukan pembelaan kepada kliennya. Semua informasi dari klien harus bersifat obyektif tanpa mengada ada meskipun keadaan tidak begitu memihak kepada klien tersebut agar seorang pengacara mampu menciptakan strategi yang bagus di persidangan nanti.

Mengumpulkan informasi ini juga bertujuan untuk mengetahui keadaan sebenarnya dan memeperhitungkan peluang seberapa besar presentase kemenangan klien nanti di persidangan. Jadi sebelum nanti mulai berperang pada persidangan, seorang pengacara pasti telah memiliki informasi yang sebenar benarnya dari calon klien yang akan dia tangani.

2 Meneliti dan Menganalisis Kasus

Setelah seorang pengacara mendapatkan informasi tentang permasalahan yang menjerat calon kliennya, maka tugas pengacara yang selanjutnya adalah menganalis kasus tersebut untuk kemudian dikomparasikan dengan dasar hukum sesuai kasus tersebut. Misalnya tugas pengacara perceraian, ketika dia mendapatkan klien dengan kasus perceraian maka dia akan mencari sumber hukum apakah apakah kasus perceraian yang menjerat kliennya disertai kasus kekerasan dalam rumah tangga atau yang lainnya sebagai sebuah gugatan nanti di pengadilan.

Bisa jadi meneliti dan menganalisis kasus merupakan tugas dan fungsi pengacara yang paling utama dimana pada poin inilah yang akan menentukan kualitas seorang pengacara. Semakin pandai pengacara dalam menganalisis sebuah masalah yang menjerat kliennya maka jam terbang pengacara tersebut pasti akan semakin tinggi.

Baca Juga :

3 Menyimpan Privasi dan Melakukan Komunikasi

Sering kali seorang pengacara lebih paham sebuah masalah klien disbanding klien itu sendiri. Hal tersebut karena memang seorang klien pasti mendapatkan pesan dari pengacaranya untuk diam, sedangkan untuk masalah menyampaikan informasi kepada public adalah menjadi wewenang seorang pengacara. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya sebuah masalah yang makin melebar. Sering kali salah informasi bahkan dari seorang klien kepada public atau media justru akan memberatkan pengacara dalam menangani sebuah kasus.

Selain menyampaikan dan mengkomunikasikan informasi kepada media, tugas pokok pengacara juga adalah menyimpan rapat rapat privasi dari kliennya dan tidak asal mengeluarkan statement yang justru nanti memberatkan langkah klien dalam memenangkan persidangan.

4 Mewakili Klien di Pengadilan

Tanggung jawab pengacara yang selanjutnya adalah mewakili klien untuk menjelaskan details kronologis kasus pada persidangan. Biasanya klien sudah menaruh kepercayaan secara penuh terhadap pengacara yang disewanya bahkan untuk menjawab pertanyaan juga biasanya menjadi tugas pengacara. Selain menjadi perwakilan klien dalam persidangan, hal ini juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya salah kesaksisan oleh klien yang justru memperkecil peluang kemenangan dalam persidangan.

Seorang pengacara juga berhak menghadirkan sejumlah saksi untuk membantu persidangan kliennya. Hal ini dilakukan untuk memperkuat argument maupun statemen seorang pengacara demi menangani dan memenangkan sebuah kasus hukum di pengadilan. Tugas pengacara juga harus pandai dalam bernegosiasi serta berargumentasi dengan pihak yang menjadi counter kliennya.

5 Mengkhususkan Diri di Bidang Hukum Tertentu

Ada hukum perdata dan pidana dimana keduanya sama sama membutuhkan dasar hukum yang kuat ketika digunakan untuk membela seorang klien. Tidak jarang seorang pengacara hanya akan mengkhususkan satu dari dua penggolongan hukum tersebut. Misalnya tugas pengacara pada perusahaan, biasanya pengacara milik perusahaan hanya akan menangani masalah hukum perdata dan sangat jarang terlibat dalam kasus hukum pidana.

Sedangkan pengacara yang sering muncul di media biasanya adalah pengacara yang menangani kasus pidana. Namun bukan berarti pengacara yang hanya menkhususkan pada bidang hukum perdata tidak menguasai tentang hukum pidana, begitupun sebaliknya. Inilah mengapa salah satu syarat untuk menjadi pengacara adalah harus berlatar pendidikan hukum karena meskipun nantinya seorang pengacara akan mengkhususkan diri pada salah satu bidang hukum, pada dasarnya seorang pengacara harus paham secara menyeluruh tentang jenis kasus yang akan dia tangani.

Demikian ulasan tentang Tugas dan Tanggung Jawab Pengacara yang telah selesai Dunia Kerja ulas untuk teman teman semua. Meskipun terlihat mudah, nyatanya tidak semua orang bisa menekuni profesi sebagai seorang pengacara, gaji pengacara yang tergolong besar tentu tidak di raih dengan mudah, semakin tinggi jam terbang seorang pengacara maka akan makin tinggi pula bayaran pengacara untuk menangani sebuah kasus.

Pengacara bisa bekerja pada sebuah perusahaan ataupun membuka praktek konsultan hukum secara pribadi. Ada beberapa CV tempat dimana pengacara bekerja, dengan nama lain pengacara yaitu sebagai konsultan hukum namun semuanya memang sama sama adalah satu tugas yaitu menjadi seorang kuasa hukum atas klien yang menggunakan jasanya.

Lalu apa perbedaan advokat dan pengacara? Sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya sebutannya saja karena memang pengacara memiliki banyak nama lain meskipun tugasnya sama. Terima kasih telah mengunjungi Dunia Kerja, sampai jumpa di kesempatan selanjutnya, semoga bermanfaat.

Uraian Tanggung Jawab Serta Tugas dan Wewenang Pengacara | Setiawanaldilla | 4.5