Dunia Kerja

Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Quality Control

Tugas Seorang Quality Control

Tugas Seorang Quality Control

Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Quality Control

Tugas Quality ControlDalam iklan atau informasi lowongan kerja tentu kamu sering menemui sebuah perusahaan membutuhkan tenaga kerja sebagai seorang quality control atau yang sering disingkat dengan sebutan QC. Quality Control atau QC ini sendiri ternyata memang sangat vital keberadaannya dalam sebuah perusahaan, terlebih lagi perusahaan produksi. Pengertian quality control menurut para ahli sendiri merujuk pada suatu kegiatan dimana memposisikan seseorang untuk meneliti, mengembangkan, merancang, memenuhi kepuasan konsumen serta memberikan pelayanan yang baik dengan melibatkan seluruh kegiatan dalam perusahaan mulai dari karyawan pelaksana hingga pimpinan teratas.

Tugas yang dapat dikategorikan membutuhkan tanggung jawab yang besar tersebut tentu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Untuk menjadi seorang Quality Control dibutuhkan beberapa kualifikasi seperti ijazah minimal D3 dengan bidang atau jurusan yang terbiasa bekerja dengan angka, karena seorang QC nantinya akan sering dipusingkan dengan hitungan aritmetika atau bahkan masalah mekanikal. Selain itu, untuk menjadi seorang QC juga membutuhan pengalaman karena posisinya memegang wewenang leader biasanya kandidat QC telah memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun dibidang yang relevan.

Apabila melihat pengertiannya tentu kamu sudah mulai bisa membayangkan bagaimana tugas seorang QC dalam perusahaan, yups tugas Quality Control atau QC hampir mirip dengan Tugas Supervisor dimana pekerjaan utamanya adalah sebagai pengawas dan peninjau proses produksi dalam sebuah perusahaan atau pabrik. Hanya saja tugas seorang quality control lebih menekankan pada aspek kontrol barang produksi, proses kelola barang dan identifikasi catatan kelayakan barang, yang dimana untuk memantau ketiga aspek tersebut seorang QC membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman sesuai dengan jenis barang yang diproduksi. Contohnya saja ada seseorang menjabat sebagai seorang QC pada perusahaan konstruksi tentu dia harus paham betul apa itu tugas quality control proyek konstruksi secara menyeluruh. Hal ini tentu berbeda lagi dengan tugas quality control di perusahaan makanan ataupun tugas QC garment dimana meskipun sama sama menjadi seorang QC namun dasar barang yang diproduksi sangat berbeda jadi tidak bisa disamakan.

Nah setelah mengetahui perbedaan mendasar yang dimiliki oleh seorang Quality Control, mari kita lihat kesamaan Tugas dan Tanggung Jawab Qualty Control Secara Umum dibawah ini. Seperti yang sudah Dunia Kerja jelaskan diatas bahwa setiap QC memiliki perbedaan produk yang ditangani meskipun memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. Agar tidak penasaran lama lama, langsung saja simak tugas dan tanggung jawab quality control dibawah ini.

Tugas dan Wewenang Quality Control

1 Briefing

Pagi hari merupakan waktu yang sangat tepat untuk menumbuhkan semangat serta , hal ini lah yang menjadi tugas pertama seorang quality control dalam sebuah perusahaan. Briefing atau meeting pagi dilaksanakan untuk melakukan persiapan mengenai proses kerja kedepan selama hari ini. Disamping persiapan kerja, seorang Quality Control biasanya juga akan bertugas memastikan kelangkapan bawahannya karena kesiapan yang kurang dari pekerja juga nantinya akan berpengaruh buruk pada hasil produksi. Oleh karena itu biasanya seorang quality control akan bertanya siapa saja yang tidak masuk kerja dihari itu untuk memastikan jumlah produksi barang hari itu masih bisa mencapai target. Seorang Quality Control biasanya sering terlihat disekitar area produksi pabrik, mereka bisa saja berkeliling sepanjang hari demi memastikan bahwa kegiatan produksi berjalan dengan lancar. Bahkan jika tugas operator produksi dianggap kurang maksimal, seorang QC juga tidak segan segan untuk menegurnya langsung.

2  Mencapai Target

Perlu kamu ketahui bahwa dalam sebuah perusahaan manufaktur atau pabrik tidaklah memproduksi satu barang saja. Hal ini dikarenakan produk dari sebuah perusahaan akan kalah bersaing jika hanya berfokus pada satu produk saja. Sebagai contohnya Yamaha dikenal sebagai produk otomotif, namun juga dikenal sebagai produk alat musik hal ini sangat bertolak belakang namun tentu tidak mengagetkan karena melihat prospek kerja perusahaan ini sudah dipercaya banyak konsumen bahkan kedua barang produksi milik yamaha ini laris manis dipasaran. Namun sangat jarang sekali ada perusahaan manufaktur yang memproduksi dua jenis barang dalam satu pabrik, biasanya perusahaan manufaktur pada umumnya akan memproduksi barang yang tidak jauh berbeda antara satu dengan yang lain. Nah hal ini menjadi tanggung jawab seorang QC bahwa setiap hari produksi barang harus bisa mencapai target, untuk dapat mencapai target maka seorang QC harus memastikan bahwa material dan segala yang dibutuhkan sudah siap beroperasi selain itu seorang QC juga harus bersiap dengan kendala yang mungkin saja terjadi dan harus dengan cepat menemukan solusi.

3 Check Hasil Produksi

Setelah barang diproduksi, tugas seorang QC tidak selesai begitu juga. Seorang QC harus melakukan pengecekan ulang terhadap barang yang sudah jadi. Pengecekan ini dilakukan secara meyeluruh dan details dari masing masing produk yang sudah jadi. Pengecekan ini bertujuan untuk menghindari adanya cacat produk yang berdampak pada kepuasan konsumen dan tentunya akan menjadi maalah jika hal tersebut sampai terjadi. Pengecekan tersebut juga tidak dilakukan secara asal asalan, setiap perusahaan pasti memiliki standar tersendiri dalam meninjau barang produksi miliknya.

4 Menemukan dan Mensortir Kesalahan

Jika memang ditemukan sebuah kesalahan pada produk yang sudah jadi, maka seorang QC harus mensortir dan mengelompokkan barang tersebut secara terpisah dengan hasil produksi yang sudah jadi. Pemisahan barang atau produk yang gagal tersebut juga tidak dilakukan secara sembarangan, seorang QC harus bisa menilai mana hasil produk yang tingkat kegagalannya dibawah 50% sehingga masih dapat diperbaiki dengan cepat ataupun barang produ yang tingkat kegagalannya diatas 50% sehingga harus dibuat ulang. Memang sangatlah rumit ketika seorang quality control berada pada posisi ini, dan tentu bagi sebagian orang akan merasa malas untuk menyortir hasil produksi, namun itulah tugas seorang QC yang tidak boleh diabaikan karena ketika proses sortir diabaikan maka taruhannya adalah jabatan yang saat ini dia pegang. Tentu seorang QC akan berpikir dua kali ketika ingin mengabaikan proses sortir, karena hal kecil ini bisa menjadi ancaman karir yang sangat serius.

5 Menemukan Penyebab Barang tidak Sesuai dan Solusinya

Setelah melakukan proses sortir barang produksi, tugas seorang QC dihari tersebut tentu belum selesai saat itu juga karena besok mesin produksi juga akan tetap berjalan maka akan menjadi masalah jika barang produksi mengalami masalah lagi dikemudian hari. Oleh karena itu seorang QC harus memastikan penyebab yang membuat produk tidak sesuai standar perusahaan dan menemukan solusinya agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar.

6 Membuat Laporan Kerja

Target perusahaan dapat dilihat dari tercapainya jumlah penjualan, nah jika terjadi masalah produksi maka secara otomatis target penjualan juga akan terganggu. Hal ini harus dilaporkan secara rinci agar tidak terjadi miss communication antara tugas seorang quality control dan juga pihak direksi. Bukan tidak mungkin direksi akan berpikiran macam macam apabila melihat bahan mentah prusahaannya terolah secara keseluruhan namun income ke perusahaan lebih rendah dibanding biasanya. Nah untuk mengantisipasi hal tersebut, seorang QC harus membuat laporan bulanan tentang proses produksi dan juga berapa barang perusahaan yang gagal produksi.

Demikian ulasan tentang Tugas dan Tanggung Jawab Quality Control, bisa saja seseorang melihat hanya dari sebagian kecil namun sebenarnya dalam semua bagian kerja tidak ada yang mudah pasti harus ada kualifikasi dan tantangan tersendiri yang harus dimiliki untuk dapat bekerja dengan seseuai tanggung jawab. Semoga bermanfaat, terima kasih telah mengunjungi Dunia Kerja.

Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Quality Control | Setiawanaldilla | 4.5